Tulang jenazah yang berada di bawah batu besar (Liang)

Foto Selengkapnya

Ladang luas bernama Sinahari ternyata menyimpan segudang cerita mengenai peradaban Suku Alifuru yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Manusela. Daerah ini pun dianggap kramat oleh mereka karena memiliki batuan besar yang digunakan untuk menyimpan jenazah sebagai pemakamannya.
Pola pemakaman ini bisa dibilang hampir mirip dengan pemakaman adat  yang berada Toraja, Sulawesi Selatan. Dimana jenazah tersebut diletakkan di atas tebing batu yang tinggi dan dibiarkan hingga menjadi tulangnya saja, mereka menganggap kematian adalah bukan akhir segalanya, melainkan arwah dari jenazah tersebut sedang mengalami perjalanan kedunia yang berbeda atau biasa disebut dengan Puya.
Lain halnya dengan Suku Alifuru, mereka menempatkan jenazah tersebut di sebuah Liang, yakni batu yang dianggap kramat dan memiliki nilai magis sebagai pemakamannya. Bentuk batu yang dipilih pun tidak terlalu besar, asal terdapat celah atau gorong-gorong pada bagian bawahnya maka bisa dijadikan pemakaman.  Karena mereka menganggap manusia pertama yang menginjakan kakinya di bumi itu berasal dari batu, oleh karena itu jika meninggal mereka pun harus kembali ke batu.
Uniknya lagi, jenazah yang akan dimakamkan harus ditempatkan sebagaimana kebiasaan sehari-harinya. Jika jenazah tersebut semasa hidupnya suka tiduran maka dia akan ditidurkan pula pemakamannya, begitu juga jika dia suka duduk bersila, maka harus sama dengan pemakamannya. Hal ini tujuannya agar para arwah dari jenazah tersebut tidak marah dan tidak mengganggu para anggota keluarga lainnya yang masih hidup, Jelas Abdullah Tualey (32) yang juga masih keturunan Suku Alifuru.
Jenazah yang sudah dimakamkan akan ditinggal begitu saja hingga bau busuk menyengat hingga menjadi tulang-belulang. Bahkan tidak sedikit jenazah tersebut menjadi santapan bagi binatang buas. Saat kami berusaha untuk melihat pemakaman tersebut, hampir bagian tulang dari jenazah tersebut tidak lengkap.
Tualey kembali menjelaskan kepada kami mengenai proses adat kematian Suku Orang gunung ini, jika ada salah satu anggota keluarga yang meninggal dunia, maka rumah yang mereka tempati tersebut harus ditinggalkan, begitu juga dengan segala bentuk barang yang pernah dipakai oleh orang yang meninggal tersebut. Merela menganggap kalau tidak berpindah rumah, arwah dari jenazah tersebut akan membawa petaka bagi anggota keluarga yang lain. Maklum saja, agama yang mereka anut ini masih animisme.
Tidak hanya rumah saja yang ditinggalkan, ladang mereka pun ikut ditinggalkan. Terlihat memang aneh bagi orang awam, namun itulah adat tradisi yang sudah membudaya di kehidupan Suku Alifuru. Meski demikian ada nilai positif yang terkandung dalam prosesi pemakaman tersebut, yakni meninggalnya sesorang yang menjadi bagian dari sebuah keluarga tidak perlu ditangisi, melainkan harus ikhlas melepas kepergiannya.
Mungkin nilai seperti inilah yang ingin ditunjukan oleh masyarakat pedalaman seperti Suku Alifuru ini. Mereka melahirkan adat istiadat sebagai sebuah nilai dari kebudayaan yang nantinya akan diteruskan oleh anak cucu mereka.
oleh: Dharma Wijayanto - Maluku

G.A. Siwabessy Bapak Pelopor Nuklir Dari Indonesia

Gerrit Augustinus Siwabessy (1914-1982)


Masa Kecil

Gerrit Augustinus Siwabessy atau G.A Siwabessy terlahir sebagai bungsu dari empat bersaudara pada 19 Agustus 1914 di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Enoch Siwabessy, ayahnya, seorang petani cengkeh, meninggal dunia ketika Gerrit baru berusia satu tahun. Ibunda Naatje Manuhutu kemudian menikah lagi dengan Yakub Leuwol, seorang guru sekolah dasar terpandang. Hal ini memungkinkan Gerrit menjalani pendidikan dasar dan menengah dengan baik. "Beta selalu menyertai tuan guru Leuwol yang berturut-turut ditempatkan sebagai guru di Larike, Tawiri, dan Lateri," begitu tulis Siwabessy dalam memoarnya.

Upuleru

Siwabessy kecil harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke sekolah. Karena itu Yonathan Siwabessy dan Obed Siwabessy, kedua kakaknya, sering bergantian menggendong kakak perempuannya, Mien Siwabessy, dan Siwabessy kecil untuk menempuh perjalanan jauh ke sekolah. Begitu juga dengan keempat adik perempuan dari pernikahan kedua ibunya dengan Yakub Leuwol, yaitu Lien, Mengky, Teddy dan Enny, semuanya memperoleh pendidikan yang baik. Pada 1931, Siwabessy berhasil menyelesaikan pendidikannya di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) - "Pendidikan Dasar Lebih Luas" atau setara dengan SLTP di kota Ambon. Kemudian Siwabessy menerima beasiswa untuk meneruskan pendidikan kedokteran ke NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School), Surabaya. Siwabessy muda memang sangat menonjol dalam bidang akademik. Tetapi pendidikan tinggi bagi banyak pemuda pada masa penjajahan tidak mungkin diikuti tanpa beasiswa.


Siwabessy bersama Presiden Soekarno


Di NIAS (Nederlandsch Indische Artsen Schoo) yg merupakan Cikal Bakal dari Fakultas Kedokteran dari Universitas Airlangga, Siwabessy banyak bersahabat dengan pemuda dari pelbagai suku bangsa, antara lain Ibnu Sutowo, Rubiono Kertopati, Mohammad Imam di samping sahabat-sahabatnya dari Maluku seperti Jan Usmany, Karel Staa, Syuurt Latupeirissa, Chris Mailoa. Pergaulannya dengan teman-teman barunya itulah yang membuka cakrawala Siwabessy tentang Indonesia. Selain serius dalam studi, Siwabessy juga aktif dalam organisasi mahasiswa Maluku. Di NIASl inilah Siwabessy dipanggil dengan julukan Upuleru, yang dalam bahasa tana (tanah, asli) Maluku Tengah artinya “dewa” atau ”pelindung”. Sebutan ini terus dipakai oleh teman-temannya semasa perjuangan 1945. Itu sebabnya ketika Siwabessy menulis memoarnya yang diterbitkan oleh Gunung Agung pada 1979, disepakati judul memoar tersebut ”Upuleru”.

Jalan Terhormat

Pada akhir 1941 diberlakukan Keadaan Darurat Perang akibat ekspansi Jepang ke Asia Tenggara dan Pasifik. Pemerintah Hindia Belanda tiba-tiba sangat membutuhkan tenaga-tenaga dokter. Para mahasiswa NIAS Nederlandsch Indische Artsen School yang telah lulus ujian ”Semi Arts” (setara drs. med. atau sekarang Sarjana Kedokteran) dan telah menyelesaikan co-schaap (praktik kepaniteraan klinik) sebelum maju untuk ujian ”Arts” (dokter), dikerahkan memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan sangat tergesa-gesa mereka diberangkatkan.

Siwabessy mendapat tugas istimewa di pusat pengeboran perusahaan minyak Belanda BPM (Bataavishe Petroleum Maatshapij), Cepu, Jawa Tengah. Di sana Siwabessy bahkan dipekerjakan sebagai seorang dokter penuh dengan fasilitas sangat memadai. Dr. Smit, direktur rumah sakit, memperlakukan Siwabessy sebagai kolega terhormat. Rupanya hal ini tidak terlalu disukai oleh Zuster den Helder, seorang Belanda berperawakan tinggi besar. Ia tidak bisa menerima bahwa seorang inlander berkulit hitam, berambut keriting dan berperawakan kecil menjadi pimpinannya. Setiap perintah Siwabessy selalu mendapatkan komentarnya sampai akhirnya timbul pertengkaran terbuka. Hanya dengan perantaraan Dr Smit saja maka persoalan ini dapat diatasi. Zuster den Helder diperingatkan bahwa Siwabessy adalah seorang dokter yang kompeten dan diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda maupun BPM. Sejak peristiwa itu Siwabessy bisa bekerja dengan tenang. Pada Maret 1942 tentara Jepang memasuki Indonesia sehingga timbullah kekacauan. Semua orang Eropa dan para dokter yang berdinas di BPM Cepu harus mengungsi ke Surabaya. Di kota itu Siwabessy bertemu dengan Dr Sutjahyo, kawan lamanya di NIAS yang memegang kedudukan penting di Bagian Radiologi dan Bagian Paru-paru Rumah Sakit Simpang, Surabaya. Beliau meminta bantuan Siwabessy untuk memimpin bagian radiologi. Keahlian Siwabessy pada bidang radiologi di kemudian hari juga terasah oleh para seniornya, Dr RM Notokworo dan Dr Abdul Rachman Saleh.

"Sebetulnya beta tidak terlalu tertarik pada radiologi. Semasa mahasiswa beta lebih banyak tertarik pada bidang fisika, dan karena hubunganku dengan dr. Latumeten, kepala Rumah Sakit Jiwa Lawang, beta tertarik pula pada bidang psikiatri (ilmu jiwa klinis). Namun demikian demi kelangsungan hidup, beta rela bekerja dalam bidang radiologi. Dengan demikian beta masuk ke bidang yang sama sekali baru bagiku. Tidak kuduga ketika itu, bahwa keputusan yang kuambil secara terpaksa ini akan menentukan jalan hidup kemudian, baik di masa krisis pada pendudukan Jepang maupun dalam masa revolusi dan masa merdeka," tulis Siwabessy dalam memoarnya "Upuleru".

Sementara itu atas informasi Dr Aziz Saleh, Siwabessy mengetahui bahwa di Sekolah Tinggi Kedokteran Universitas Indonesia di Batavia akan diadakan ujian Arts. Siwabessy bersama beberapa rekan dari NIAS yang sudah lulus Semi Arts, segera berangkat ke Batavia. Siwabessy lulus sebagai dokter penuh pada 15 Desember 1942. Setelah kemerdekaan RI, Siwabessy makin giat lagi dalam kegiatan organisasi kebangsaan dan di tahun-tahun inilah ia dipertemukan dengan banyak tokoh penting nasional.

Pada 1949 dr Leimena, menteri kesehatan RI saat itu, merekomendasikan agar Siwabessy melanjutkan pendidikan di bidang radiologi. Sebelumnya dr Johanes telah memberikan kepadanya brevet (surat tanda bukti keahlian) sebagai ahli radiologi. Dengan rekomendasi kedua dokter ini, Siwabessy berhasil mendapatkan beasiswa dari British Council untuk studi lanjutan di Universitas London. Termasuk study trip ke pusat radiologi dan pusat kedokteran nuklir berbagai kota di Inggris : Manchester, Leeds, Edinburg dan Glasgow.

Hal-hal pokok yang dipelajari mencakup radiologi, radioterapi, dan pengetahuan dasar bidang atom. Lagi-lagi Siwabessy menonjol. Baru tiga bulan mengikuti studi, ia diangkat menjadi asisten. Ini berarti, Siwabessy dibebaskan dari tugas-tugas rutin perkuliahan seperti mahasiswa lain pada umumnya. Bahkan diberi kepercayaan memegang sebuah bangsal di Rumah Sakit Hammersmith, London. Tak hanya itu, seorang sekretaris Inggris juga ditugaskan untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas administrasi. Suatu prestasi yang sangat luar biasa bagi seorang Asia pada saat itu.

Pengalaman penting lainnya selama berada di Inggris, ketika Siwabessy mempelajari sistem kesejahteraan di bidang kesehatan. Ide inilah yang ia kembangkan di Indonesia dengan nama Asuransi Kesehatan (Askes) saat menjabat Menteri Kesehatan.

Saat memperdalam bidang radiologi itu, Siwabessy banyak berkenalan dengan para ahli atom dari bidang terkait, seperti fisika nuklir, kimia, biologi, fisika-radiasi, kimia-radiasi, biologi radiasi, dan radioterapi. Selain itu Siwabessy juga melihat bahwa pengobatan kanker di London sudah banyak menggunakan hasil penemuan dan penyinaran atom. Hal-hal inilah banyak memberi wawasan baru yang kelak kemudian hari diterapkan di Indonesia. Karya Siwabessy kini juga terukir di Departemen Radioterapi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Sebuah rumah sakit berstandar internasional dengan peralatan sangat modern yang telah terbukti banyak menolong para penderita kanker—termasuk kaum papa sekalipun. Demikian juga pengobatan dengan tenaga nuklir yang ada di RSPAD Gatot Subroto, semuanya dirintis oleh Siwabessy.

Sekembalinya dari London, Siwabessy langsung dipercayai memegang berbagai tugas penting, antara lain : Guru Besar Luar Biasa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; Konsultan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta; Direktur Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta. Ia juga mendirikan Lembaga Radiologi Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Pada 1952 Amerika Serikat berhasil meledakkan bom hidrogen pertama berkode Ivy Mike di Atol Eniwetok, Kepulauan Marshall, Samudera Pasifik. Bagian dari rangkaian percobaan bom nuklir yang sudah dimulai sejak 1948 (berakhir 1958; total 43 percobaan) di kepulauan tersebut. Khawatir terhadap dampak percobaan bom nuklir tersebut bagi Indonesia, Presiden Sukarno menunjuk Lembaga Radiologi Departemen Kesehatan yang dipimpin oleh Siwabessy untuk mengatasi masalah ini. Pada 1954, dibentuklah Panitia Penyelidikan Radioaktivitas dan Tenaga Atom yang diketuai Siwabessy dengan para anggotanya terdiri dari elemen-elemen Angkatan Darat, Angkatan Udara, Badan Metereologi, (UI), Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan RSPAD Gatot Subroto.

Pada 1954 itu juga Siwabessy membentuk Lembaga Tenaga Atom yang berada di bawah Sekretariat Negara dan Siwabessy sebagai direkturnya. Selain itu negara juga memandang perlu agar didirikan fakultas yang mempelajari ilmu dasar di bidang fisika, kimia dan matematika untuk menghasilkan tanaga ahli. Lagi-lagi Siwabessy ditunjuk pemerintah untuk mewujudkannya. Sebagai pendiri Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam Universitas Indonesia, Siwabessy ditunjuk sebagai Dekan FIPIA UI pertama (1963-1965).

Tahun 1962 Presiden Sukarno meresmikan berdirinya Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), berada langsung di bawah( presiden, dan Siwabessy sebagai Direktur Jenderal BATAN pertama. Pada 1965 ia diangkat sebagai Menteri Badan Tenaga Atom Nasional.

Atas jasa-jasanya yang sangat besar dalam memajukan tenaga atom di Indonesia, seperti membangun reaktor nuklir dan banyak penelitian penting lainnya, Siwabessy yang adalah juga Bapak Atom Indonesia, menerima Bintang Mahaputera III pada 1976. Namanya juga diabadikan oleh negara pada sebuah reaktor nuklir terbesar di Asia Tenggara berkekuatan 30 MW yaitu Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG GA Siwabessy) berlokasi di Serpong, Tangerang, Jawa Barat (Skr Prov Banten), yang diresmikan Presiden Soeharto pada 20 Agustus 1987.







Reaktor Serba Guna - G.A. Siwabessy


disingkat RSG-GAS, atau Multipurpose Reactor—G.A. Siwabessy, adalah sebuah reaktor nuklir serbaguna berkapasitas 30 MWth milik Indonesia. Reaktor nuklir ini dibuat oleh Interatom Internationale anak perusahaan dari perusahaan pembuat besi baja asal Jerman Barat Kraftwerke Union, dengan berbiaya USD 50 juta , ini terletak di Serpong, Propinsi Banten.[1] Reaktor yang diresmikan tahun 1987 ini dioperasikan oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Reaktor ini merupakan reaktor nuklir terbesar dan terbaru milik Indonesia (mengecualikan program modernisasi yang dilakukan terhadap Pusat Penelitian Tenaga Nuklir (PPTN) Bandung pada tahun 2000).

Pada 1966 Siwabessy diangkat Presiden Soekarno menjadi Menteri Kesehatan. Tugas ini diembannya hingga 29 Maret 1978 semasa pemerintahan Presiden Soeharto. Selama masa jabatannya itu, Siwabessy merangkap sebagai Ketua Tim Dokter Pribadi Presiden. Pada masa itu banyak sekali program yang telah Siwabessy lakukan dalam lingkup kesehatan. Mulai dari program Keluarga Berencana (KB), Puskesmas, Askes, Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), penanggulangan penyakit menular seperti malaria, TBC, cacingan, kolera, tifus, disentri, sampai dengan upaya penanggulangan penyakit kanker. Siwabessy sendiri tercatat sebagai salah seorang pendiri Yayasan Kanker Indonesia. Kerja keras ini tidak terlepas dari keluwesan diplomasi Siwabessy dengan para sahabatnya yang berada di luar negeri dan juga dengan berbagai organisasi internasional, antara lain badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti World Health Organization, UNICEF, United Nations Development Programme(UNDP), maupun lembaga-lembaga lainnya seperti United States Agency for International Development (USAID) dan Medicare (menyangkut perawatan kesehatan). Siwabessy juga tercatat sebagai pelopor kerjasama di bidang kesehatan dengan Amaerika Serikat. Lembaga-lembaga yang banyak memberikan bantuan teknis maupun keuangan. Untuk jasa-jasanya di bidang kesehatan, Siwabessy dianugerahi Bintang Mahaputera II pada tahun 1978.

Mengabdi hingga akhir hayat

Selepas tugas sebagai anggota kabinet, Siwabessy diminta menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung yang bertugas sebagai Penasehat Presiden. Kepercayaan ini dijalani sejak 1978 sampai akhirnya Siwabessy meninggal di suatu malam yang tenang pada 11 November 1982, Jakarta.

27 tahun setelah Siwabessy berpulang, Universitas Indonesia pada Juni 2009 memberikan menamai salah satu jalan di kompleks kampus itu di Depok, Jl. Prof. Dr. G.A. Siwabessy sebagai salah satu begawan ilmu yang telah mengabdi bagi Universitas Indonesia dan Indonesia


Program Nuklir Indonesia

Program Nuklir Indonesia merupakan program Indonesia untuk membangun dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir baik di bidang non-energi maupun di bidang energi untuk tujuan damai. Pemanfaatan non-energi di Indonesia sudah berkembang cukup maju. Sedangkan dalam bidang energi (pembangkitan listrik), hingga tahun 2011 Indonesia masih berupaya mendapatkan dukungan publik, walaupun sudah dianggap kalangan internasional bahwa Indonesia sudah cukup mampu dan sudah saatnya menggunakannya.

Kegiatan pengembangan dan pengaplikasian teknologi nuklir di Indonesia diawali dari pembentukan Panitia Negara untuk Penyelidikan Radioaktivitet tahun 1954. Panitia Negara tersebut mempunyai tugas melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya jatuhan radioaktif dari uji coba senjata nuklir di lautan Pasifik.


Dengan memperhatikan perkembangan pendayagunaan dan pemanfaatan tenaga atom bagi kesejahteraan masyarakat, maka melalui Peraturan Pemerintah No. 65 tahun 1958, pada tanggal 5 Desember 1958 dibentuklah Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom (LTA), yang kemudian disempurnakan menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) berdasarkan UU No. 31 tahun 1964 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Tenaga Atom. Selanjutnya setiap tanggal 5 Desember yang merupakan tanggal bersejarah bagi perkembangan teknologi nuklir di Indonesia dan ditetapkan sebagai hari jadi BATAN.

Pada perkembangan berikutnya, untuk lebih meningkatkan penguasaan di bidang iptek nuklir, pada tahun 1965 diresmikan pengoperasian reaktor atom pertama (Triga Mark II) di Bandung. Kemudian berturut-turut, dibangun pula beberapa fasilitas litbangyasa yang tersebar di berbagai pusat penelitian, antara lain Pusat Penelitian Tenaga Atom Pasar Jumat, Jakarta (1966), Pusat Penelitian Tenaga Atom GAMA, Yogyakarta (1967), dan Reaktor Serba Guna 30 MW (1987) disertai fasilitas penunjangnya, seperti: fabrikasi dan penelitian bahan bakar, uji keselamatan reaktor, pengelolaan limbah radioaktif dan fasilitas nuklir lainnya.

Sementara itu dengan perubahan paradigma pada tahun 1997 ditetapkan UU No. 10 Tentang Ketenaganukliran yang diantaranya mengatur pemisahan unsur pelaksana kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir(BATAN)dengan unsur pengawas tenaga nuklir (BAPETEN).


Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) didirikan tahun 1998. Penelitian energi atom dimulai di Indonesia. Selain untuk memproduksi listrik, teknologi nuklir juga digunakan untuk kegunaan medis, manipulasi genetika dan agrikultur.

Rencana untuk program PLTN dihentikan tahun 1997 karena penemuan gas alam Natuna dan krisis ekonomi dan politik. Tetapi program ini kembali dijalankan sejak tahun 2005.

Indonesia menyatakan bahwa, sebagai penandatangan NPT (Non-proliferation Treaty) dan Comprehensive Safeguard Agreement program akan berkembang dengan pantauan International Atomic Energy Agency (IAEA). Oleh sebab itu, Mohammed ElBaradei diundang untuk mengunjungi negara ini pada Desember 2006. Protes terhadap rencana ini muncul pada Juni 2007 didekat Jawa Tengah dan juga lonjakan pada pertengahan 2007. Pada maret 2008 , melalui menteri Riset dan Teknologi, Indonesia memaparkan rencananya untuk membangun 4 buah PLTN berkekuatan 4800 MWe (4 x 1200 MWe)

Lokasi reaktor nuklir:

Untuk penelitian, reaktor riset telah dibuat di Indonesia:

  1. Bandung, Jawa Barat. Pusat Penelitian Tenaga Nuklir (PPTN) Bandung. (reaktor Triga Mark II - berkapasitas 250 kW diresmikan 1965 , kemudian ditingkatkan kapasitasnya menjadi 2 MW pada tahun 2000 ).
  2. Yogyakarta, Jawa Tengah (Reaktor penelitian nuklir Kartini - kapasitas 100 kW operasi sejak 1979).
  3. Serpong (Banten). (reaktor penelitian nuklir MPR RSG-GA Siwabessy - kapasitas 30 MW diresmikan tahun 1987).

Berbagai lokasi yang dipelajari kelayakannya sebagai calon tapak untuk membangun reaktor untuk memproduksi listrik (PLTN):


- Muria, Jawa Tengah.

- Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Berdasarkan UU No 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, PLTN hanya dapat dibangun dan dioperasikan oleh perusahaan swasta, BUMN atau Koperasi. Sedangkan BATAN berkewajiban menyiapkan infrastruktur dasar seperti persiapan SDM, studi kelayakan calon tapak, kajian teknologi sebagai TSO (technical support organization), dan pengolahan limbah.


Sumber daya alam
Indonesia memiliki dua lokasi eksplorasi uranium, yaitu t[b]ambang Remaja-Hitam dan tambang Rirang-Tanah Merah. Kedua uranium tersebut terletak di Kalimantan Barat. Jika uranium tidak cukup, Indonesia memiliki pilihan mengimpor uranium yang banyak tersedia di pasaran internasional.


Indonesia memiliki beberapa alasan untuk membangun reaktor tersebut:
  1. Konsumsi energi Indonesia yang besar dengan jumlah penduduk 237 juta (sensus 2010).
  2. Nuklir akan mengurangi ketergantungan akan petroleum dan bahan bakar fosil.
  3. Jika konsumsi energi dapat disediakan dengan nuklir, Indonesia dapat memproduksi lebih banyak minyak bumi.
  4. Memproduksi energi yang dapat diperbaharui lainnya, seperti angin dan tenaga matahari lebih mahal.
  5. Jepang, seperti Indonesia, sering terkena gempa bumi, tetapi memiliki reaktor nuklir.
  6. Polusi udara, efek rumah kaca dan Emisi gas dapat dikurangi secara signifikan.
Referensi :
  • Nuclear Power Development in Indonesia by Soedyartomo Soentono, National Atomic Energy Agency, Indonesia.
  • Indonesian Policy on the Development and Utilization of Nuclear Energy by M. Hatta Rajasa, State Minister for Research and Technology, Republic of Indonesia.
  • Wikipedia Indonesia - Program Nuklir Indonesia & PRofil Bapak Atom Indonesia, Gerrit A. Siwabessy

Potensi laut Indonesia masih belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal. Padahal jika mau digali secara benar serta pemanfaatannya memperhatikan masalah lingkungan, diyakini akan mampu membuat masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir menjadi lebih sejahtera. Salah satu kawasan laut yang memiliki sumberdaya ikan cukup potensial adalah perairan laut Arafura. Beragam jenis udang penaeid dan jenis ikan demersal tersedia disana. Tak heran, banyak perusahaan perikanan yang berpangkalan di Sorong dan Ambon melakukan perluasan penangkapan ikannya ke daerah ini (Merauke, Tual, Benjina dan Bitung).

Sebenarnya, usaha penangkapan udang di perairan ini berlangsung sejak 1970. Tahun 1984 tingkat pengusahaan udang menunjukan kecenderungan yang tinggi. Tak pelak, kawasan perairan laut Arafura mampu memberikan kontribusi sekitar 30% dari total ekspor Indonesia setiap tahunnya. Bahkan tahun 2001 nilai potensi tangkap lestari mencapai 43 ribu ton udang dan 200 ribu ikan demersal. Dengan dukungan kapal pukat yang beroperasi sekitar 1000 kapal saat ini, tidak mustahil hasil penagkapan ikan desemersal dan udang bisa melampaui angka 300 ribu ton per tahun.

Tak hanya itu, kekayaan sumberdaya ikan strategis yang melimpah seperti udang, tuna/cakalang, cumi-cumi, ikan demersal dan karang serta bola-bola, ternyata telah banyak me-ngundang minat armada penangkapan ikan dari luar kawasan ini. Bahkan kapal tangkap dari negara-negara sekitar berbondong-bondong ikut beroperasi di wilayah ini.

Kekayaan Ekologi Air

Potensi ikan dan udang yang begitu besar yang di perairan ini, tidak lepas dari pengaruh ekologi perairan laut Arafura. Sebagaimana diketahui perairan laut ini merupakan perairan dangkal dengan kedalaman tidak kurang dari 100 meter. Karakteristik lingkungan sangat beragam, pasalnya dipengaruhi oleh struktur pantai dan terrestrial serta massa air laut dari perairan sekitarnya. Apalagi terdapat dua bentuk sirkulasi yang mendominasi sistem arus yaitu:

Sistem arus yang dikendalikan oleh angin muson dan amplitude yang menyebabkan pasang surutyang besar. Pada periode musim Barat, arus dan angin bergerak dari arah barat dengan kekuatan sekitar 4 beafort. Arus angin permukaan yang dibangkitkan oleh angin Barat menekan massa air ke arah pantai, kemudian bergerak ke tenggara menyusuri garis pantai mulai dari muara Sungai Mimika.

Sistem arus global (arus lintas Indonesia) terutama yang menentukan pola sirkulasi yang arahnya dari samudra Pasifik ke samudra Hindia. Belum lagi di beberapa area dekat pantai, pengaruh desakan massa air dari laut Banda yang mendorong pembentukan lapisan massa air bersalinitas relatif tinggi pada kedalaman mulai dari 15 meter. Pola ini diperkuat dengan pengaruh pasang yang sangat kuat. Selain itu, masuknya air tawar dari daratan dan arus musiman juga mempengaruhi lingkungan perairan pantai. Sehingga memungkinkan terjadinya percampuran antara massa air dengan laut Banda dan samudera Pasifik bagian selatan.

Sumberdaya ikan dan udang yang melimpah di perairan Arafura lantaran ketersediaan rantai makanan yang melimpah secara alami. Di sana ada dua bentuk basis rantai makanan yang berupa: Basis plankton: arah tingkatan trofik yang merupakan plankton-ikan kecil yakni untuk makanan ikan de mersal/pelagis. Basis detritus: arah tingkatan trofik yaitu organisme pemakan detirtus-sedenter/udang-ikan demersal.

Kedua rantai makanan ini sangat berkaitan dengan distri busi plankton yang menentukan kesuburan nutrient dan ketersediaan hutan bakau sebagai sumber primer detritus. Disribusi horizontal plankton sangat erat dengan proses per campuran massa air laut dan air tawar sebagai pembawa nutrient. Pada umumnya, di sebelah selatan Papua terdapat periran yang dipengaruhi oleh hutan mangrove, misalnya teluk Bintuni dan sebelah selatan Timika – Merauke dan ada lagi perairan yang dipengaruhi oleh gugus koral dan terumbu karang seperti di selat Sele dan sebelah selatan Kaimana.

Beragam Jenis Dan sebaran Sumberdaya

Berdasarkan hasil riset dan penelitian yang dilakukan Ba-lai Riset Perikanan Laut tahun 2006 berhasil menemukan 228 spesies mewakili 101 famili yang tergolong dalam 10 ke-lompok sumberdaya diantaranya ikan hiu (Shark), ikan pari (Rays), ikan pelagis, ikan demersal, cumi-cumi (Cephalopoda), udang, kepiting, kekerangan (Shell) dan beberapa biota invertebrate. Kelompok ikan demersal merupakan hasil tangkapan paling banyak yang mencapai 58.89 %, kemudian disusul ikan pelagis 11.36 %, kepiting 9,88, udang 7,80 % dan lainnya kurang dari 4 persen.

Kelompok ikan demersal yang tertangkap terdiri dari 135 spesies yang tergolong dalam 61 famili. Hasil tangkapan tersebut didominasi famili ikan petek (Leiognathidae) yang mencapai 19,57% terutama jenis Leiognathidae bindus, kemudian famili ikan tiga waja (Scaidae) sekitar 11.41% terutama jenis Otolithes rubber.

Sedangkan tangkapan kelompok ikan krutase terdiri dari udang (shrimp) dan kepiting (crab). Jenis udang yang tertangkap terdapat 19 species yang mewakli 7 famili dan tangkapan yang tertinggi famili udang Peneidai yang mencapai 86.23 %. Dimana jumlah terbanyak adalah jenis udang Metapenaopsis sp dan Tranchipenaeus asper. Pada kelompok sumber daya kepiting yang ditangkap terdiri dari 11 spesies urutan penangkapan tertinggi yang mencapai 93,35 %.

Armada Dan Atat Tangkap

Perkembangan armada penangkapan dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan yang berbeda menurut jenis alat dan ukuran. Sebagian besar armada yang beroperasi disana adalah perahu tanpa motor, motor tempel dan kapal skala industri. Sementara kapal motor didominasi oleh armada yang berukuran 5 gross ton.

Sebagian besar industri perikanan menggunakan alat tangkap yang berupa pukat udang dan pukat ikan. Pada periode setelah tahun 2000 jumlah armada pukat udang cenderung menurun. Namun ukuran rata-rata kapal mengalami peningkatan dari 128 GT pada tahun 1992 menjadi 139 pada tahun 2006. Berbeda dengan jumlah armada ikan yang cenderung meningkat dan bertahan pada kisaran 750 armada pada tahun 2006.

Periode tahun 1992 – 2004 armada secara terus-menerus bertambah, tetapi mengalami penurunan kembali pada periode 2004 – 2006. Pasalnya, adanya pendaftaran ulang bagi kapal-kapal tersebut dan berakhirnya hubungan bilateral arrangement antara Indonesia, Filipina dan Thailand pada tahun 2005 dan 2006.

Namun demikian, kenyataan di lapangan saat ini, kondisi Sumberdaya Ikan (SDI) di laut Arafura cenderung menunjukkan gejala penangkapan berlebih (over fishing). Kondisi inilah yang melatarbelakangi dilaksanakannya Kegiatan Forum Arafura pada tang-gal 7 Juni 2007 lalu, bertempat di Hotel Bidakara. Secara spesifik Forum Arafura menggambarkan kondisi SDI di perairan Arafura adalah sebagai berikut: laju penangkapan ikan demersal di wilayah-wilayah utama mengalami penurunan terutama di wilayah Digul dan Aru, indeks biodiversitas mengalami penu¬runan terutama di Perairan Digul, jenis ikan demersal bernilai ekonomis tinggi di area paparan (shelf) mengalami penurunan, dan SDI pelagis dan demersal di area sepanjang tubir (slope) dengan yang sebagian besar merupakan kawasan “untrawlable” belum dimanfaatkan secara optimal.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Forum Arafura memberikan beberapa alternatif dalam pengelolaan perikanan di laut Arafura, antara lain: (1) penataan Jalur/zona penangkapan; (2) tidak dikeluarkan (penataan) izin penangkapan baru (status quo) untuk sementara waktu; (3) proteksi area “trawlable” dibeberapa perairan pantai yang secara ekologis kualitasnya telah menurun atau diketahui sebagai “nursery ground” melalui pemasangan terum-bu/rumah ikan buatan atau pun close-open season; (4) pengem-bangan alat tangkap rawai dasar, bubu, dan set net, sebagai alat tangkap “low energy input fishing technology” untuk mengekploitasi sumberdaya di sekitar slope, reefs dan ridge; dan (5) pemberdayaan nelayan lokal (perikanan rakyat) melalui peningkatan infrastruktur dan kelembagaan.
sumber :Majalah Demersal 2007
by: Jong Papasoka

Sungguh luar biasa keajaiban yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Aru di Maluku. Orang-orang Eropa sejak abad ke-18 sudah menyambangi tempat itu. Bahkan, keanekaragaman flora dan faunanya mengilhami seorang biolog, Alfred Russel Wallace, menulis karya The Malay Archipelago (1932).

Jejak persinggahan orang-orang Eropa ini masih bisa dijumpai di sana. Misalnya peninggalan berupa benteng Kota Lama di Pulau Wokam. Benteng itu masih menyisakan bekas-bekas bangunan, meski beberapa bagiannya sudah retak dan roboh. “Ini benteng Portugis, yang menjadi bukti peninggalan sejarah ketika zaman perjuangan kemerdekaan dahulu,” jelas Destha T Raharjana.

Destha menjadi salah satu anggota tim ekspedisi Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM ke Kepulauan Aru. Anggota tim lainnya, Wijaya Ladampa dan Kurnia. Pada beberapa bagian lain, mereka mendapati beberapa bukti peninggalan bangunan yang memiliki fungsi pada masa itu. Seperti fungsi sebagai gudang, dapur, atau tempat istirahat.

Daerah Aru ini, kata Destha, juga dikenal sebagai daerah penghasil dolar berkat kekayaan alamnya. Destha dan kawan-kawan juga tertarik pada Pulau Kenari. “Ini merupakan salah satu daerah di Kepulauan Aru yang menjadi tempat pembudidayaan mutiara,” katanya. Di pulau ini Nusantara Pearl merupakan tempat pembudidayaan mutiara dalam skala besar yang dipasarkan ke mancanegara. “Melihat secara dekat siput-siput mutiara yang dibudidayakan dan diproses di sana, sangat menarik bagi wisatawan,” ucap Destha.

Alquran Tua
Kampung Waifual di Pulau Kola, sebuah tempat menarik lainnya. “Inilah kampung tua, yang diyakini sebagai salah satu cikal bakal terbentuknya daerah Kabupaten Kepulauan Aru secara keseluruhan,” kata Destha. Salah satu bukti peninggalan sejarah yang terdapat di daerah ini adalah Alquran tua. Namun sayangnya barang itu tak bisa dilihat secara langsung. “Kampung Waifual merupakan objek wisata budaya dan sejarah yang menarik dikunjungi,” simpul Destha.

Lain halnya kalau berkunjung ke Kampung Ujir di Pulau Ujir, yang juga dikenal sebagai kampung Islam tertua di Kepulauan Aru. Di pulau itulah Islam masuk pertama kali dan terdapat Kitab Alquran tua yang berumur puluhan abad. Bukti peninggalan itu bisa dilihat di kediaman pemuka agama setempat.
TRIBUNNEWS.COM, DOBO - Pohon bakau yang mengitari Pulau Wokam di Kabupaten Aru, Provinsi Maluku, nyaris punah. Hutan bakau berganti menjadi permukiman penduduk. Imbasnya, populasi ikan menyusut dan air laut dengan mudah masuk ke wilayah Kota Dobo, ibu kota Kabupaten Aru, di Pulau Wokam.

Di sejumlah wilayah, seperti Radiopata, Dok, dan Kampung Pisang di Kecamatan Pulau-pulau Aru, beberapa waktu lalu, banyak rumah panggung terlihat di areal yang sebelumnya ditanami pohon bakau.

Rumah-rumah itu berbatasan dengan laut sehingga saat air laut pasang malam hari, berada di atas air laut. Jarak dasar rumah dan air laut hanya terpisah sekitar 30 sentimeter.

Menurut Yuli Ngarbingan (30), warga Kampung Pisang, selain memotong bakau untuk kayu bakar dan bahan bangunan, warga juga mengambili batu karang sebagai bahan landasan rumah dan jalan di desa-desa.

”Setelah Kabupaten Aru berdiri sendiri, lepas dari Kabupaten Maluku Tengah lima tahun lalu, banyak warga dari pulau lain di Kabupaten Aru pindah ke Dobo dan membangun rumah di areal yang sebelumnya hutan bakau,” kata Ketua RT 17 RW 6 Kelurahan Galay Dubu, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Erens Marpaung. Pilihan membangun rumah panggung di sana disebabkan harga tanah lebih murah daripada harga tanah di daratan. Harga tanah sebelum hutan bakau itu habis sekitar Rp 15.000 per meter persegi, sedangkan di daratan harganya dua kali lipat.

Di Sulawesi Utara, nelayan menolak kedatangan empat anggota DPRD Kota Manado yang meninjau lokasi proyek tambatan perahu di Kelurahan Karangria, Kecamatan Tuminting, Selasa siang. ”Silakan pulang, biar nelayan yang mengawasi proyek ini. Kami tak butuh bantuan saudara,” kata Hitler Yohanis, Sekretaris Himpunan Masyarakat Nelayan Karangria. (Kompas Cetak)

Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Kabupaten kepulauan Aru beribukota di Dobo ini memiliki luas wilayah keseluruhan 6.325 Km2. Secara geografis terletak di 5o-8o LU dan antara 133,5o-136,5o BT terbagi menjadi 3 Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Laut Aru di sebelah utara dan timur, Laut Arafura di sebelah selatan dan barat. Dobo selain menjadi ibukota Kabupaten Kepulauan Aru ini menjadi pusat perdagangan. Ramainya perniagaan di Dobo ini adalah efek langsung dari kejayaan mutiara yang banyak diekspor ke luar negeri, mutiara-mutiara yang dikenal sebagai Dobo pearl . Produksi daerah ini telah meningkatkan pendapatan penduduk dan mengubah Dobo menjadi pasar yanng potensial. Mutiara Dobo yang umumnya diproduksi dengan campur tangan manusia dibudidayakan di Kecamatan pulau-pulau Aru dan Aru Tengah. Mutiara budi daya berbeda dengan mutiara yang dihasilkan secara alami tanpa campur tangan manusia. Bentuk mutiara hasil budi daya lebih sempurna, lebih bulat dengan harga satu butir yang berkkulaitas unggul Rp. 1 Juta dan jika kualitasnya rendah harganya Rp.300 ribu per butir. Wilayah paling selatan, Kecamatan Aru Selatan tidak memiliki mutiara sebagai andalan. Namun, kecamatan ini punya keunikan tersendiri. Dua pulau kecamatan ini, Pulau Eno dan Pulau Karang tercatat dilindungi sebagai tempat penyu hijau bertelur. Selain penyu hijau, di daerah paling selatan ini juga masih memiliki burung cendrawasih.
Pertanian dan perkebunan di daerah ini hanya beberapa jenis tanaman yang dipelihara oleh masyarakat misalnya kelapa dan sagu. Dengan kondisi tanah yang landai dan tidak terlalu tinggi, pemerintah Kabupaten akan mencari jenis tanaman lain yang sesuai, mudah dikembangkan, serta menghasilkan komoditas yang nilai jualnya dapat menigkatkan kesejahteraan petani.

Sumber Data: -
Updated: 16-6-2011
Pengertian music digital
Musik Digital atau digital music dapat di artikan sebagai harmonisasi bunyi yang dibuat melalui perekaman konvensional maupun suara sintetis yang disimpan dalam media berbasis teknologi computer . Format digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar , kualitas tinggi , jangka panjang dan berjaringan luas .
Sejarah singkat tentang perkembangan format music
• Piringan Hitam diputar dengan Gramophone
Pada awalnya , seperti yang kita ketahui format music masih identik dengan piringan hitam , disini kita akan menjelaskan tentang piringan hitam itu sendiri . piringan hitam itu merupakan sebuah alat yang memiliki pena yang bergetar untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc . Ide ini berasal dari Charles Cros dari Perancis pada tahum 1887 . Namun sayangnya tidak pernah terwujud . Pada tahun yang sama , Thomas A. Edison menemukan Phonograph (pemutar piringan hitam) yang berfungsi untuk merekam suara yang kebanyakan digunakan untuk keperluan kantor . Nama Gramophone berasal dari Emilie Berliner yang pada tahun 1888 menemukan piringan hitam jenis baru dan mematenkannya di bawah label Berliner Gramaphone . Pada tahun 1918 masa pematenan berakhir , semua label pun berlomba-lomba untuk memproduksi piringan hitam . Pada masa itu, kebanyakan pemilik gramophone masih terbatas pada kalangan menengah atas saja .
• Kaset diputar dengan tape, walkman
Siapa yang tidak tahu kaset ? hampir mustahil apabila ada orang yang tidak mengetahui apa kaset itu . kaset dapat diputar dengan tape dan walkman . disini kita akan menerangkan sedikit tentang kaset itu . kaset atau Compact audio cassette diperkenalkan oleh Philips sebagai media penyimpanan audio di Eropa pada tahun 1963 . Kemudian pada tahun 1965 mulai diproduksi secara missal . Pada tahun 1971, Advent Corporation memperkenalkan Model 201 tape deck yang mengkombinasikan Dolby Type B dan chromium dioxide (Cr02). Inilah cikal bakal music cassette player. Tahun 1980an muncul Walkman dari Sony sebagai media pemutar kaset portable . Pita kaset dapat merekam lagu dengan durasi hingga 1 jam di setiap sisinya . Kualitasnya cukup baik namun kerap kali terjadi penurunan kualitas suara yang dihasilkan ketika pita kaset mengalami gangguan, kotor atau rusak.
• CD, VCD, DVD diputar dengan CD player, discman
CD dibuat dalam usaha merampingkan media penyimpanan musik dengan memperbaiki kualitas suara yang dihasilkan . Pada November 1984, dua tahun setelah CD diproduksi secara massal, Sony mengeluarkan Discman sebagai media pemutar portable . Musik dalam format CD, VCD maupun DVD memiliki kualitas suara yang lebih baik tetapi tetap mengalami gangguan jika disc tersebut tergores , berdebu atau pun rusak .
• Musik Digital diputar dengan MP3 Player, iPod
Musik Digital menggunakan sinyal digital dalam proses reproduksi suaranya. Sebagai proses digitalisasi terhadap format rekaman musik analog , lagu atau musik digital mempunyai beraneka ragam format yang bergantung pada teknologi yang digunakan, yaitu sebut saja :
MP3
MP3 (MPEG, Audio Layer 3) menjadi format paling populer dalam musik digital . Hal ini dikarenakan ukuran filenya yang kecil dengan kualitas yang tidak kalah dengan CD audio . Format ini dikembangkan dan dipatenkan oleh Fraunhofer Institute. Dengan bitrate 128 kbps, file MP3 sudah berkualitas baik. Namun MP3 Pro-format penerus MP3-menawarkan kualitas yang sama dengan bitrate setengah dari MP3. MP3 Pro kompatibel dengan MP3. Pemutar MP3 dapat memainkan file MP3 Pro-namun kualitas suaranya tidak sebagus peranti yang mendukung MP3 Pro .
WAV
WAV merupakan standar suara de-facto di Windows . Awalnya hasil ripping dari CD direkam dalam format ini sebelum dikonversi ke format lain . Namun sekarang tahap ini sering dilewati karena file dalam format ini biasanya tidak dikompresi dan karenanya berukuran besar .
AAC
AAC adalah singkatan dari Advanced Audio Coding. Format ini merupakan bagian standar Motion Picture Experts Group (MPEG), sejak standar MPEG-2 diberlakukan pada tahun 1997 . Sample rate yang ditawarkan sampai 96 KHz-dua kali MP3. Format ini digunakan Apple pada toko musik online-nya, iTunes. Kualitas musik dalam format ini cukup baik bahkan pada bitrate rendah. iPod, pemutar musik digital portabel dari Apple, adalah peranti terkemuka yang mendukung format ini .
WMA
Format yang ditawarkan Microsoft, Windows Media Audio (WMA) ini disukai para vendor musik online karena dukungannya terhadap Digital Rights Management (DRM). DRM adalah fitur untuk mencegah pembajakan musik, hal yang sangat ditakuti oleh studio musik saat ini.
Kelebihan WMA lainnya adalah kualitas musik yang lebih baik daripada MP3 maupun AAC . Format ini cukup populer dan didukung oleh peranti lunak dan peranti keras terbaru pada umumnya.

Ogg Vorbis
Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis. Format lain yang disebutkan di atas umumnya dipatenkan dan pengembang peranti lunak atau pembuat peranti keras harus membayar lisensi untuk produk yang dapat memainkan file dengan format terkait.
Dari segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitas yang tinggi pada bitrate rendah dibandingkan format lain. Peranti lunak populer, Winamp dan pelopor pemutar MP3 portabel Rio sudah mendukung format ini dalam model terbarunya. Walaupun demikian dukungan peranti keras terhadap format ini masih jarang.

Real Audio
Salah satu format yang biasa ditemukan pada bitrate rendah. Format dari RealNetworks ini umumnya digunakan dalam layanan streaming audio. Pada bitrate 128 kbps ke atas RealAudio menggunakan standar AAC MPEG-4.
MIDI
Format audio satu ini lebih cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthesizer atau peranti elektronik lainnya, tetapi tidak cocok untuk hasil konversi dari suara analog karena tidak terlalu akurat. File dengan format ini berukuran kecil dan sering digunakan dalam ponsel sebagai ringtone.

Musik Digital sebagai Inovasi Baru
Music digital merupakan inovasi terbaru dalam bidang music . sebut saja dengan format MP3, OOG, atau WAV musik digital mulai mengeluarkan kelebihannyanya . Banyaknya penikmat dan pemutar musik digital yang mendukung dengan adanya format ini , kemudian membuat era baru musik digital . Misalnya kalau sebelumnya, musik di-ripped- istilah untuk ekstraksi audio digital – dan terperangkap di PC dan Mac dengan aplikasi semacam iTunes. Kini dengan hadirnya iPod sebagai peranti musik portable canggih yang pernah diciptakan, terjadi perpaduan kenyamanan web dengan portabilitas dan fungsi sebagai sebuah platform yang benar-benar universal. Hal lain yang mendukung transformasi media sang musik adalah tindakan label-label besar yang meninggalkan sistem proteksi musik digital atau digital right management (DRM). Sampai tahun 2007 lalu, label-label besar masih tidak yakin penghapusan DRM akan mendongkrak penjualan album karena tanpa hal tersebut musik digital dengan bebas didisribusikan di antara konsumen yang berarti tak ada pemasukan untuk label.
Elemen Pendukung
Jika dilihat sekarang , banyak sekali elemen yang mendukung adanya music digital . bisa kita ambil contoh ada beberapa situs yang menyediakan lagu yang dapat didownload secara langsung (gratis) atau berbayar . Lagu yang ditawarkan berformat digital . Misalnya situs www.napster.com yang cukup digandrungi kala itu namun harus berakhir karena dianggap melanggar hak cipta . Ada pula Insound, Rhapsody, dan Apple iTunes Music Store, Lala.com, mdu04522.com dan lain sebagainya. Selain itu di Indonesia kini ada pula toko musik digital secara online misalnya equionxdmd dan Import hingga Digital Beat Store . semakin gencarnya media-media seperti ini semakin mungkin bisa membantu dalam perkembangan music digital itu sendiri atau bisa juga sangat menjatuhkan bidang industri digital music itu sendiri .
Keunggulan Musik Digital
Musik dalam format digital memiliki beberapa keunggulan dibanding musik dalam medium konvensional, yaitu :
format yang beragam dapat disesuaikan dengan teknologi yang digunakan
kualitas copy yang serupa dengan master memudahkan penggandaan dari pihak perusahaan rekaman tanpa menurunkan mutu .
proses penjualan dengan pendekatan single atau satu lagu terbukti jauh lebih efektif dan efisien ketimbang medium konvensional seperti kaset atau CD .
Kekurangan Musik Digital
Dari satu sisi kelebihan pasti akan memiliki kekurangan , musik digital pun memiliki beberapa kekurangan yaitu :
kemudahan perekaman dan penggandaan rekaman memacu terjadinya pembajakan yang tentu saja akan merugikan .
penyebaran musik digital di Internet tidak bisa sepenuhnya dikontrol oleh label sehingga mempengaruhi pemasukan untuk label .
Seni atau pembajakan Music Digital
nilai seni itu akan mahal kalau kita menghargai akan barang seni tersebut , tetapi sebailknya . nilai seni akan berharga murah jika kita tidak menghargai barang seni tersebut .
inti yang bisa dipetik adalah hasil seni itu akan berharga tinggi saat kita melihat kualitas , originalitas dan memberikan penghargaan akan hasil karya orang tersebut dengan nilai yang pantas . Terlepas dari kecanggihan teknologi . pembajakan , pengkopian dan sejenisnya pasti akan menurunkan kualitas , originalitas dan tentunya sangat tidak respek akan hasil karya orang lain .
Terlepas dari kecanggihan teknologi saat ini , penghargaan akan nilai karya seni tidak terlepas dari budaya dan mental dari masing- masing individu .disini banyak individu yang menyebut “music sebagaian dari hidupnya” , “music selamanya” . namun dalam kenyataannya masih banyak orang yang mementingkan kebutuhan pribadinya . contoh kongkritnya masih memuaskan dirinya dengan membeli kaset bajakan , atau mengcopi file yang ingin dia punya . bila dilihat seperti ini apa masih bisa music digital dikatakan sebuah seni ? atau sebuah perusahaan besar bagi penikmat music bajakan?
Hancurnya industri music diindonesia
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang hancurnya industry music diindonesia , berikut penjelasan terusan dari Seni atau pembajakan Music Digital mari kita simak dan renungi statement yang dikatakan billy corgan dan dik doang .
• statement billy corgan tentang digital music
Billy corgan salah satu mantan vokalis smashing pumpkins pernah mengatakan bahwa suatu saat industri musik semuanya akan bisa dibeli secara digital dan bisa didengar dimanapun dan CD hanyalah sample yang dibagikan secara gratis.

istilah digital musik sendiri muncul setelah era analog musik (pita hitam dan sejenisnya) sudah dapat digantikan oleh CD dan berkembangnya format mpeq (dimana format mpeq generasi 3 dikenal dengan mp3).dari sinilah perkembangan industri musik digital semakin pesat. Musik sudah bisa didengar dari ipod, mp3 player, handphone, PC, dll.bagaimana dengan digital musik di indonesia ??
• statement dik doing
di dalam acara tahunan AMI Awards 2006 (anugrah musik di indonesia yang cukup konsisten), dik doang sempat tampil dengan dentingan gitar dan beberapa kata yg teruntai dalam puisi :
"KIta cukup gembira, karena sekarang banyak band muda yang bermunculan"
"band-band tersebut muncul dengan kualitas yang bagus"
"dengan lagu-lagu yang asyik"
"tapi jangan senang dulu kalau lagu kamu masuk di posisi tangga lagu beberapa radio"
"tapi jangan senang dulu kalau lagu-lagu kamu memenangkan beberapa penghargaan"
"karena album kamu akan dibajak !!!"
"dan konyolnya album bajakan itu dijual bebas di depan kantor polisi !!"
"dimana para aparat yang harusnya melindungi kita sebagai seniman dari pembajak !? dimana ??"
"Saat kita menyanyikan HAPPY BIRTHDAY TO YOU pencipta lagu ini akan menikmati royalti di hari tuanya"
"tapi itu di amerikaaa..."
"jangan mengkhayal dulu teman-temanku.."
"hari ini album kita hanya terjual beberapa kopi"
"karena besoknya mereka sudah membajak album kita"
"dan kita hanya termenung di hari tua temanku"
dari statement billy corgan dan dik doang, bagaimana dengan industri musik indonesia sendiri ? industri musik indonesia saat ini bisa dibilang mengalami perkembangan yang bagus . Sekarang , Musik anak negeri sendiri lebih disukai daripada musik manca Negara , ini juga ditandai dengan banyak band-band pendatang baru yang cukup memberikan alternatif nuansa musik yang heterogen dan juga perkembangan musik indie yang makin menjamur dengan kualitas yang bagus .
Apresiasi digital musik di indonesia juga memberikan harapan besar untuk membeli mp3 secara legal seperti wwww.importmusik.com , beberapa situs musik yang mempromosikan lagu-lagu dari beberapa band indonesia yang hanya bisa didengarkan tanpa bisa didownload dan beberapa Mobile operator yang menyediakan layanan nada panggil pribadi (Ringbacktone).
Terlepas dari berita perkembangan industri musik indonesia yang bagus diatas,apresiasi terhadap karya seni musik ini juga masih kurang baik dari pihak pemerintah , praktisi industri musik dan juga masyarakat luas . CD bajakan dan MP3 secara bebas terjual di beberapa tempat , web yang memberikan download mp3 secara gratis dan budaya yang merasa bangga kalau baru mendapatkan mp3 dari album terbaru band yang lagi hits .
Bayangkan saja , Suatu band yang baru launching albumnya 2 hari yang lalu . hari ini sudah bisa didapatkan mp3-nya satu album penuh !! para seniman musik sudah tidak bisa mengandalkan hasil penjualan album . mungkin hanya kontrak dengan label dan beberapa konser di beberapa stasiun televisi dan konser di beberapa tempat mereka dapat income lebih . Ini juga mungkin terjadi di indie musik , perusahaan label di Indonesia . Sudah banyak perusahaan label di indonesia yang harus diakuisisi , bangkrut dan sejenisnya karena pembajakan , mudahnya akses untuk mendapat mp3 secara gratis . meskipun sudah banyak produk CD yang sudah berusaha diprotek tapi jika semua hal diatas tidak segera direspon maka hancurnya industri musik indonesia di masa datang secara pasti akan terjadi . jika tidak mau terjadi , maka hal ini harus segera diantisipasi oleh semua pihak . sekarang semua pilihan itu tentu kembali ke kita . mau industry music Indonesia tetep maju atau hancur ? tentunya kembali ke hati nurani kita masing – masing . karana kita tidak mungkin mengubah budaya yang sudah ada . maka ubahlah budaya dalam diri kita
Referensi
Jollie edisi Januari 2008
Mirabito, M.A.M., & Morgenstern, B.L (2004). New Communication Technology : Application, Policy, and Impact, fifth edition UK : Focal Press
Tabloid TrenDigital No. 24 Tahun II
http://www.kbga.org/blog/wp-content/pirate.jpg
http://djwirya.com/forum/viewtopic.php?id=370
http://iko-kyokushin.blogspot.com/2010/11/digital-music.html
http://dolananmusik.blogspot.com/